Lean Prefabrication : Strategi tepat di industri konstruksi untuk hasil yang efisien

Lean Prefabrication : Strategi tepat di industri konstruksi untuk hasil yang efisien

Prefabrication selama ini jadi solusi praktis untuk industry konstruksi. Namun dibalik itu semua, perusahaan prefabrication justru menghadapi kendalanya sendiri dan tidak dapat terhindar dari pemborosan. Hal ini yang perlu dipikirkan dengan keberadaan Lean Prefabrication.

Prinsip Kerja Lean Prefabrication

Konstruksi bukanlah manufaktur. Namun banyak dari bagian bangunan, jembatan atau jalan yang membutuhkan manufaktur. Produk-produk fabrikasi adalah contoh konkrit yang menghubungkan konstruksi dan manufaktur. Banyak bagian dari frepabrikasi yang dibutuhkan oleh dunia konstruksi. Sehingga penerapan konsep lean untuk fabrikasi jadi sesuatu yang menjanjikan.

Lean Prefabrication diwujudkan sebagai terobosan baru untuk mengatasi masalah “kronis” seperti rendahnya produktivitas, produksi limbah tinggi, kondisi kerja inferior dan kualitas konstruksi di Indonesia yang memadai. Inefisiesnsi yang terjadi di perusahaan-perusahaan prefabrikasi masih menjadi kendala yang selama ini sulit untuk diselesaikan dan berdampak pada pemborosan.

Lean Prefabrication mempertimbangan keseimbangan antara aliran produksi, standar yang dtetapkan dan hasil yang diperoleh. Tiga hal utama dalam aliran produksi menyangkut waktu, biaya dan nilai yang diinginkan. Lean prefabrication berinovasi dalam mendorong semua kegiatan yang dapat menyebabkan waste dapat diidentifikasi dan dicegah sedini mungkin.

Menurut data yang dikumpulkan Stalk dan Hout (1989) dalam studinya, penerapan lean production di perusahaan prefabrication yang ada di Jepang berhasil meningkatkan produktivitas sebesar 34% dan mengurangi pemborosan mencapai 50%. Hal ini tentu jadi kabar optimis bagi industri dalam negeri untuk memperoleh pencapaian yang sama atau bahkan lebih.

Pemborosan di industri prefabrikasi harus segera terselesaikan sebelum jadi mendarah daging.

Bagaimana memaksimalkan Lean Prefabrication?

Lean Prefabrication diawali dengan identifikasi masalah dan melakukan perampingan yang sejalan dengan tujuan akhir produksi. Tidak hanya mengubah hasil dari pekerjaan, namun Lean Prefabrication juga beriorentasi pada prinsip utama Lean Production yaitu mengubah budaya kerja yang nantinya akan berdampak signifikan pada hasil kerja.

Merampingkan proses produksi prefabrication dengan mengubah budaya kerja dan mencapai target produksi tentu jadi keinginan kita bersama. Lalu apalagi yang membuat kita khawatir untuk tidak segera menerapkannya?

PQI Consultant -“Risk comes from not knowing what you’re doing”, Warren Buffett

Bagaimana kita menyusun Risk Management?
  • Langkah pertama, tentunya menyiapakan team. Team ini di-assigned oleh Top Management, yang sering dikenal sebagai Risk Committee. Hal terpenting yang perlu diperhatikan terkait dengan Risk Committee adalah keterwakilan dari setiap Fuctional di dalam business unit dan tentunya harus dibekali dengan kompetensi yang memadai terkait dengan risk management. Team ini secara intensive melakukan komunikasi dengan Top Management.
  • Langkah kedua, Risk Committee harus terlibat dalam penyusunan Corporate Plan (Long Term Development Plan). Dalam hal ini, Risk Committee melakukan assessment terhadap business model yang ada dalam business unit/corporate level sehingga didapatkan strategic risk issue.
  • Langkah ketiga, melakukan assessment terhadap risk yang ada di setiap Function dalam Busisness Unit. Dalam proses ini Risk Committee akan bekerja sama dengan  Risk Officer (Risk Officer merupakan perwakilan dari setiap Function yang ada dalam Business Unit) di setiap business unit. Asessment dilakukan terhadap proses yang ada di setiap fungsi yang akan menghasilakan operational risk issue.
  • Langkah keempat, mengintegrasikan strategic risk issue dan operational risk issue dalam annual business/budget plan. Strategic risk issue merupakan output dari pendektan top down sedangkan operational risk issue merukan output dari pendekatan bottom up. Integrasi keduanya akan menghasilkan Corporate Risk Profile yang ada di dalam Company.

Looking for a First-Class Business Plan Consultant?