[vc_row css=”.vc_custom_1452687555475{margin-bottom: 100px !important;}”][vc_column offset=”vc_col-lg-9 vc_col-md-9″ css=”.vc_custom_1452702342137{padding-right: 45px !important;}”][vc_custom_heading source=”post_title” use_theme_fonts=”yes” el_class=”no_stripe”][stm_post_details][vc_column_text css=”.vc_custom_1532922550935{margin-bottom: 20px !important;}”]Secara garis besar lean merupakan bagaimana menempatkan hal yang benar ke tempat yang tepat, pada waktu yang tepat dan dalam jumlah yang tepat secara terus menerus dan berkelanjutan untuk mencapai kesempurnaan serta hasil yang memuaskan. Lean dalam definisi diartikan ramping, jadi lean adalah metode yang digunakan untuk merampingkan suatu proses untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat, efisien dan ekonomis, sehingga meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya dan meningkatkan kepuasan bagi pelanggan.
Lean manajemen merupakan metode yang mengatur suatu proses bertujuan untuk merampingkan alur proses dan mencegah terjadinya waste atau pemborosan serta proses yang tidak ada nilai tambahnya sehingga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya dan meningkatkan kepuasan pelanggan serta lebih efisien dan berkualitas. Untuk mencegah adanya pemborosan pada proses yang tidak ada nilai tambahnya, maka perlu adanya efisiensi yang sudah terbukti memberikan dampak yang cukup besar agar perusahaan mampu bertahan sekaligus bersaing untuk menjadi pemenang di dunia bisnis.
Penerapan Lean Manajemen pertama kali dikembangkan oleh perusahaan manufaktur asal Jepang yang telah mengembangkan sebuah sistem yang disebut dengan Toyota Production System (TPS). Pada dasarnya TPS adalah upaya meminimalisasi atau menghilangkan waste. Secara lengkap Lean Manajemen adalah metode sistematis dan integratif yang diimplementasikan secara berkesinambungan untuk meminimalisir dan mencegah adanya pemborosan ( waste ) atau proses-proses yang tidak menghasilkan nilai tambah ( non value added ) dengan cara perbaikan berkelanjutan ( continuous improvement ) melalui pemetaan ( value streem ), peta yang memperlihatkan proses nyata secara lebih rinci, mengandung informasi yang lengkap seperti tahapan proses, lead time, antrian dan lain-lain, yang penerapannya melibatkan seluruh karyawan mulai dari top management sampai tingkatan level bawah pada suatu perusahaan.
Semakin berkembangnya dunia industri sekarang ini, penerapan konsep Lean Manajemen tidak hanya dapat diterapkan di industri manufaktur saja, tetapi dapat juga diterapkan pada perusahaan jasa, instansi pemerintahan, dan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan sebagainya serta lembaga pendidikan juga dapat menerapkan Lean Manajemen untuk menghasilkan proses manajemen yang lebih efektif dan efisien, hasil yang lebih cepat, biaya lebih rendah, serta kualitas dan pelayanan yang lebih baik.
Beberapa pengertian lean berdasarkan para ahli yaitu :
Merancang suatu sistem produksi yang akan menghasilkan langsung produk sesuai pesanan tetapi tidak memproduksi barang berlebihan (Howel, 1999)
Sebuah ilmu dengan mengeleminasi semua pemborosan didalam keseluruhan sistem proses secara berulang (Caroll, 2001)
Sistem yang dapat mengurangi keseluruhan biaya, khususnya biaya tidak langsung dengan tetap menjaga standar kualitas dan mengurangi waktu siklus produksi (Womack and Jones, 2004)
Lean manufacturing adalah suatu strategi operasional berorientasi pada pencapaian siklus waktu sesingkat mungkin dengan menghilangkan pemborosan (Liker, 2004)[/vc_column_text][stm_post_bottom][stm_post_about_author][/vc_column][vc_column width=”1/4″ offset=”vc_hidden-sm vc_hidden-xs”][stm_sidebar sidebar=”527″][/vc_column][/vc_row][vc_row full_width=”stretch_row” el_class=”third_bg_color” css=”.vc_custom_1451889219674{margin-bottom: -60px !important;}”][vc_column][/vc_column][/vc_row]