Perkembangan Lean Construction di Indonesia

Perkembangan Lean Construction di Indonesia

Penerapan Lean Construction di Indonesia saat ini sudah semakin memberikan dampak yang sangat pesat bagi perkembangan industri konstruksi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan solusi pada proyek di perusahaan-perusahaan konstruksi besar yang ada di Indonesia dalam setiap prosesnya untuk mencapai tujuan yang lebih efektif dan efisien dalam menghilangkan pemborosan dan kerugian (waste & losses) serta berdasarkan kepada culture pekerja Indonesia.

Training Lean Construction PT. Rekind

Untuk saat ini perusahaan yang sudah menerapkan Lean Construction yaitu PT. Rekind (Rekayasa Industri) dan PT. PP (Persero) Tbk. Dalam penerapannya yang di-support oleh PQI Consultant, manajemen PT. Rekind yang dipimpin oleh Budi Priyanto sebagai PM telah menerapkan Lean Construction di mega project nasional EPC JTB (Jambaran Tiung Biru) di Bojonegoro, Jawa Timur dengan PEPC (Pertamina Cepu) sebagai owner senilai 1 Milliar US Dollar.

PQI Consultant -“Risk comes from not knowing what you’re doing”, Warren Buffett

Bagaimana kita menyusun Risk Management?
  • Langkah pertama, tentunya menyiapakan team. Team ini di-assigned oleh Top Management, yang sering dikenal sebagai Risk Committee. Hal terpenting yang perlu diperhatikan terkait dengan Risk Committee adalah keterwakilan dari setiap Fuctional di dalam business unit dan tentunya harus dibekali dengan kompetensi yang memadai terkait dengan risk management. Team ini secara intensive melakukan komunikasi dengan Top Management.
  • Langkah kedua, Risk Committee harus terlibat dalam penyusunan Corporate Plan (Long Term Development Plan). Dalam hal ini, Risk Committee melakukan assessment terhadap business model yang ada dalam business unit/corporate level sehingga didapatkan strategic risk issue.
  • Langkah ketiga, melakukan assessment terhadap risk yang ada di setiap Function dalam Busisness Unit. Dalam proses ini Risk Committee akan bekerja sama dengan  Risk Officer (Risk Officer merupakan perwakilan dari setiap Function yang ada dalam Business Unit) di setiap business unit. Asessment dilakukan terhadap proses yang ada di setiap fungsi yang akan menghasilakan operational risk issue.
  • Langkah keempat, mengintegrasikan strategic risk issue dan operational risk issue dalam annual business/budget plan. Strategic risk issue merupakan output dari pendektan top down sedangkan operational risk issue merukan output dari pendekatan bottom up. Integrasi keduanya akan menghasilkan Corporate Risk Profile yang ada di dalam Company.

Looking for a First-Class Business Plan Consultant?