Prinsip Dasar Lean

Pada dasarnya Lean adalah sebuah metode yang bertujuan untuk meningkatkan suatu proses dengan menghilangkan semua aktivitas yang tidak ada nilai tambahnya dan meningkatkan proses kerja agar lebih efektif dan efisien, hasil yang lebih cepat dan kualitas yang lebih baik. Prinsip dasar dari lean bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ( value added ) produk ( barang atau jasa ) agar memberikan nilai kepada pelanggan ( cutomer value ) dalam semua alur proses kerja pada perusahaan. Tujuan dari lean adalah meningkatkan customer value secara terus menerus dengan peningkatan rasio antara nilai tambah terhadap waste ( the value-to-waste rasio ).

Pada tahun 2006, peningkatan rasio antara nilai tambah terhadap waste ( the value-to-waste rasio ) pada perusahaan-perusahaan Jepang sekitar 50%, pada perusahaan Toyota Motor sekitar 57%, perusahaan-perusahaan terbaik di America Utara ( Amerika Serikat dan Kanada ) sekitar 30%, sedangkan the value-to-waste rasio perusahaan terbaik di Indonesia hanya mencapai 10%. Suatu perusahaan dapat dikatakan lean apabila the value-to-waste rasio telah mencapai minimum 30%. Apabila perusahaan itu belum dikatakan lean, maka perusahaan itu dapat disebut sebagai Un-lean Enterprise dan dikategorikan sebagai perusahaan tradisional.

Lean pada dasarnya dapat diterapkan pada setiap perusahaan. Lean yang diterapkan pada keseluruhan perusahaan disebut dengan Lean Enterprise. Penerapan lean pada manufacturing disebut Lean Manufacturing. Lean pada bidang jasa disebut dengan Lean Service, sedangkan pada bidang pemerintahan disebut Lean Government.

Terdapat 5 prinsip dasar Lean, yaitu :

  1. Mengidentifikasi produk ( barang atau jasa ) berdasarkan sudut pandang pelanggan dengan kualitas yang superior, harga yang kompetitif dan penyerahan yang tepat waktu.
  2. Mengidentifikasi value stream process mapping (proses pemetaan pada value stream) untuk setiap produk barang atau jasa.
  3. Menghilangkan pemborosan atau waste pada semua proses value stream yang tidak menghasilkan nilai tambah.
  4. Mengatur agar material, informasi dan produk berjalan secara lancar dan efisien selama proses value stream
  5. Mencari alat dan teknik peningkatan ( improvement tools and techniques ) untuk mencapai kualitas terbaik dengan cara peningkatan secara terus menerus.

Dalam konsep lean sendiri berfokus pada identifikasi waste atau pemborosan yang tidak ada nilai tambah dalam suatu proses diantaranya :

  1. Defect

Produk yang cacat atau rusak yang membutuhkan perbaikan sehingga banyak usaha dan waktu yang terbuang dalam suatu proses merupakan pemborosan

  1. Over Production

Membuat produk lebih awal dari jadwal yang dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar menyebabkan pemborosan penyimpanan karena kelebihan persediaan

  1. Waiting

Menunggu dalam suatu proses dan tidak melakukan kegiatan dapat berakibat waktu yang terbuang sehingga mengakibatkan pemborosan tanpa adanya hasil yang didapat

  1. Non Utilized Talent

Pemilihan serta melibatkan karyawan yang tidak berbakat dalam proses termasuk pemborosan dan menyebabkan kurangnya peningkatan hasil pencapaian perusahaan

  1. Transportation

Memindahkan barang atau komponen dalam suatu proses bahkan dalam jarak yang dekat membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang tidak memberikan nilai tambah

  1. Inventory

Persediaan yang berlebihan atau kelebihan stok sehingga menghabiskan tempat, waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk penanganan tambahan

  1. Motion

Gerakan yang tidak memberikan nilai tambah dengan menghabiskan waktu dan energi termasuk pemborosan dalam suatu proses

  1. Extra Processing

Segala bentuk penambahan proses yang tidak diperlukan akan menambah pengeluaran dan akan merugikan bagi perusahaan

Looking for a First-Class Business Plan Consultant?